saya seorang yang pemalu, juga seorang yang lucu dan menggemaskan. saya rajin menabung. saya tak suka ugak ugalan di jalan, juga saya tak suka main perempuan. jangankan main perempuan, pacaran saja saya takut. saya seorang yang taat beragama, tapi saya juga seorang yang paling suka berbuat dosa. saya paling suka tobat sama tuhan, setelah tobat, saya melakukan dosa kembali. lalu tobat lagi, lalu buat dosa lagi…
nah, begitulah keseharian saya dengan tuhan saya. saya memang seorang yang taat, setidaknya menurut diri saya sendiri. tapi ketaatan saya tidak seperti ketaatan FPI (baca:ef pe i). ketaatan yang menyalahkan dan memukuli orang lain. saya memang pernah memukuli orang, bahkan berantam. tapi bukan atas nama agama. melainkan atas nama nyawa saya terancam. sebetulnya bukan nyawa, sih. melainkan uang. atau gara-gara cewek, aku juga pernah berkelahi. setidaknya saya bisa berani bilang kepada dunia: saya laki-laki! kata doel sumbang, “paling tidak sekali saja dalam hidup harus berkelahi untuk membuktikan bahwa kau seorang laki-laki.”
mungki doel sumbang benar. siapa yang tak pernah berkelahi dalam hidup? isa almasiah, muhammad, pramoedya ananta toer. semuanya jago berkelahi. tapi barangkali adam mungkin tak pernah berkelahi. soalnya dia manusia pertama di muka bumi ini. tapi berat juga dugaan bahwa adam itu, karena tak ada teman( tepatnya lawan) berkelahi, maka dia berkelahi dengan diti hawa. wah gimana ya…tapi tak usah saya bergunjing dengan anda. karena menurut beberapa agama itu adalah dosa. wah..saya harus tobat dulu sama tuhan, karena telah berbuat dosa. dan saya mulai takut, nanti FPI datang ke tempat saya dan membakar rumah saya, menghantam ibu saya yang sering sakit-sakitan, mnyita naskah-naskah cerpen adik saya yang bagus-bagus (eh dia pernah juara 2 se indonesia lho..bayangkan, dia orang terpandai nomor 2 dari sekian juta orang di indonesia–tentu saja dalam menulis cerpen. pramoedya, atau siapa saja…lewat…karena lombanya cerpen remaja).
wah..keman nih perginya tulisan saya ini.
oya, tentang FPi…bayangkan saja FPI itu mengajak berantam bapak saya…hahaa…kalau yang ini baru seru…
bapak saya tentu tak akan tinggal diam. bapak saya adalah seorang sakti dari pesisir selatan. suatu kali kepalanya pernah terbentur dengan tembok, tapi tembok rumah itu malah runtuh (kalau tak percaya, ajak saja bapak saya berkelahi). dan pastinya, pion-pion habieb rizieq akan terjungkal. wah, saya tak dusi membayangkan betapa serunya. kalau memang FPI akan dtang ke rumah saya, wah…pasti saya akan mengundang bastian tito si penulis wiro sableng itu. sayangnya bastian tito dah meninggal berapa tahun lalu.
udah dulu tentang saya. nanti saya sambung lagi.
saya pergi dulu. salam INTIFADA!
haha..apa itu intifada…
salam sejahtera….
haha..itu adalah komentar itulisan saya sendiri. saya sendiri yang mengomentarinya. biar blogstat saya tinggi dan terkesan rameee…getoo…asik kan?
By: catatancatatan on June 5, 2008
at 12:13 am